MENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL | PabrikMukenah.com

MENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL

Menurut Psikologi dan pendidik yayasan kita dan buah hati (YKBH) Elly Risman, ada 7 kiat mendidik anak supaya hubungan antara orang tau dengan anak tetap terjaga dan terjalin baik.

Tanggung Jawab Penuh

Ketika berbicara  mengenai polaa asuh anak, peran seorang ibu seringkali dianggap hal paling utama. Padahal, sosok ayah dalam mendidik anak juga tak kalah penting. Di era digital seperti saat ini, ayah dan ibu harus memiliki pandangan yang sama, yaitu sama-sama bertanggungjawab atas jiwa, tubuh, pikiran, keimanan serta kesejahteraan anak secara utuh. Sebab, masih banyak orang tua masa kini yang melepas anaknya secara total di tangan orang ketiga, entah mentua atau pembantu. Namun jika hal itu terpaksa dilakukan, perlu dicek kembali bagaimana sejarah dari orang yang akan direkrut untuk menjaga sang buah hati.

Menjaga Kedekatan

Perlu adanya kedekatan antara orang tua dan anak, baik ibu atau ayah. Kedekatan ini bukan sekedar berarti melekat daari kulit ke kulit, melainkan daari jiwa ke jiwa. Artinya, orang tua tidak bisa hanya sering memeluk sang anak. Namun, juga harus dekat secara emosional. Sejauh ini, banyak anak yang tidak mendapatkan hal itu dari kecil hingga jiwanya hampa.

Harus Jelas Tujuan Pengasuhan

Menurut hasil riset YKBH, usia ibu 25-45 tahun, bekerja tak bekerja, ekonomi menengah keatas dan kebawah. Ternyata, mereka tidak punya tujuan pengasuhan dan tak tahu anaknya mau di bawa ke mana. Dari situ, orang tua harus mulai merumuskan tujuan pengasuhan sejak anak dilahirkan. Serta perlu membuat kesepakatan bersama suami, peioritas apa saja yang diberikan pada anak dan bagaimana cara pendekatannya.

Berbicara Dengan Baik

Orang tau harus belajar berbicara dengan baik kepada anak, tidak boleh berbohong dan lupa membahas keunikan anak, serta juga perlu membaca bahasa tubuh dan mau mendengar perasaan anak. Orang tau tidak boleh menyalahkan, memerintah, melabeli, dan membanding-bandingkan. Sebab, komunikasi seperti itu akan membuat anak merasa tak berharga, tak terbiasa memilih dan tak bisa mengambil keputusan.

Mengajarkan  Agama

Menjadi kewajiban orang tau untuk mengajarkan agama kepada anak-anak. Sebab, pendidikan agama perlu ditanamkan sejak sedini mungkin. Dalam hal ini, mengajarakan agama tidak sebatas anak bisa baca Al- Qur’an. Tapi, orang tau perlu menanamkan secara emosional agar anak menyukai aktifitas haji ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Persiapan Anak Masuk Pubertas

Kebanyakan orang tau malu dan cenderung menghindari pembicaraan masalah seks dengan anak. Padahal, pembicaraan itu justru perlu dimulai sejak dini dengan bahasa yang mengikuti usia anak. Ajarkan mereka untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Jika orang tua tidak membicarakan hal itu, anak tidak tahui bagaimana akan bersikap kalau suatu saat terjadi masalah.

Persiapkan Anak Masuk Era Digital

Bukan berarti orang tua harus memberikan gadget sejak bayi. Namun, mengajarkan anak bahwa penggunaan gadget ada waktunya dan ada batasnya. Akses internet pun perlu dibatasi untuk mencegah anak melihat situs yang tidak diinginkan. Kedepankan komunikasi sebagai pengganti gadget. Contoh, ajak anak berbicara tiap kali pulang sekolah seperti tugas sekolah menumpuk, teman hajil atau guru menyebalkan dan lainnya. Hal itu sudah menjadi aktifitas berat untuk mereka. Ketika anak dibatasi memegang gadget, orang tau pun perlu memberi alternatif lain.

(Sumber: Rangkuman Majalah Mulia /September 2010/Hal 11-12)

 

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6)

 

INGIN MEMILIKI MUKENA CANTIK SEPERTI INI?? klik

 

mukena-hello-kitty-biru-farza

Suka Artikelnya? Share Yuk...!

Leave a Reply